Nyaris Punah, 6 Makanan Khas Betawi Ini Semakin Jarang Ditemukan -->

Advertisement

Nyaris Punah, 6 Makanan Khas Betawi Ini Semakin Jarang Ditemukan

Minggu, 29 Oktober 2017

Kemeriahan ulang tahun Jakarta rasanya tak lengkap tanpa kehadiran berbagai makanan khas Betawi. Sayangnya banyak makanan khas Betawi yang hampir punah dan semakin jarang ditemui.

Berkembangnya zaman, menjadi salah satu alasan mengapa kuliner tradsional tidak lagi sepopuler dulu. Meski kini banyak restoran yang menyajikan hidangan lokal dan tradisional, tapi masih banyak makanan tempo dulu yang mulai punah.

Salah satunya 
kuliner khas Betawi. Di hari ulang tahun Jakarta yang ke-490 ini, banyak yang tidak tahu bahwa kuliner khas Betawi tidak hanya sekedar soto betawi atau kerak telor semata.

Berikut beberapa makanan khas Betawi yang mulai punah, karena kehadirannya sudah jarang ditemui.

1. Ketupat Babanci

Sayur atau ketupat babanci ini menjadi salah satu kuliner yang cukup melegenda bagi warga Betawi, nama Babanci sendiri diambil dari kata banci, dimana sayuran yang digunakan di dalam makanan ini bercampur dengan sayuran lain sehingga tidak bisa didefinisikan jenis makanan ini.

Ketupat babanci terbilang langka karena bahan dan rempah-rempah yang digunakan untuk membuat makanan ini sudah sulit untuk ditemukan salah satunya buah jali-jali.

2. Gabus Pancing
Makanan ini terbuat dari olahan ikan gabus berkuang pacung. Pacung merupakan bumbu masakan berwarna hitam atau yang dikenal dengan nama kluwek. Banyak yang mengatakan bahwa makanan ini merupakan asal-usul dari terbentuknya masakan rawon.

Gabus pacung biasanya dihidangkan dengan irisan daun bawang dan bubuhan sledri. Memiliki rasa asin, asam, manis, gurih, yang didapat dari rempah-rempah dari dalam bumbu.

3. Sengkulun

Makanan khas Betawi ini dikenal sebagai masakan peranakan Cina, dimana budaya Cina cukup kuat dalam budaya Betawi sejak dulu. Secara sepintas, sengkulun hampir mirip dengan kue keranjang. Teksturnya yang lunak, kenyal, dan lembut terbuat dari tepung ketan menggunakan gula merah untuk membuat warna kue menjadi cokelat sekaligus sebagai pemanis. Umumnya sengkulun dinikmati dengan cocolan kelapa parut.
4. Sayur Besan

Pada acara pesta lamaran khas Betawi, sayur ini selalu terhidang. Mengikuti namanya, sayur ini dianggap istimewa karena menggambarkan rasa hormat tertinggi kepada calon keluarga pengantin suami, atau besan. Diisi dengan ebi, kentang, soun, dan dilengkapi petai, berserta kuah santai yang kental dengan terubuk. Dimana terubuk merupakan tanaman musiman yang sudah langka.

5. Bubur Ase

Bubur ase merupakan bubur nasi yang ditambah dengan tahu, tetelan, kentang, dan disiram dengan kuah semur yang encer. Selain itu, bubur ini biasanya dinikmati dengan asinan khas Betawi sehingga memiliki rasa yang unik.

Dulu bubur ase ini banyak dijual dimana-mana, namun sayangnya saat ini bubur ase sudah semakin langka dan hampir tidak pernah terlihat lagi.

6. Kue Dongkal

Kudapan yang memiliki bahan dasar dari tepung beras dan gula merah ini sudah sangat langka, banyak yang tidak tahu tentang kue ini. Kue dongkal merupakan kue manis yang biasanya terdapat lumeran gula merah serta parutan kelapa. | detik.com