10 Makanan Khas Palembang yang Wajib Dicoba, Jangan Sampai Menyesal!

Advertisement

10 Makanan Khas Palembang yang Wajib Dicoba, Jangan Sampai Menyesal!

Minggu, 03 November 2019


Palembang tidak diketahui dengan wisata budaya serta wisata religi saja. Kota Palembang sangat populer dengan kelezatan makanan uniknya. Buat pencinta wisata kuliner, Kota Palembang jadi tempat wisata yang disenangi. 

Beberapa dari makanan ini mungkin telah di jual di kota-kota lain tapi lebih mantap kalau kita langsung makan dalam tempat aslinya. Berikut beberapa jenis makanan ciri khas yang harus kamu coba saat bertandang ke Palembang.

1. Pempek


Siapa yang tidak mengenal makanan ciri khas palembang yang nikmat satu ini. Pempek ini dibuat dari ikan, tepung serta sagu. Umumnya pempek ini diberikan dengan cuko kental yang nikmat. 

Pempek sudah berkembang jadi banyak macam Contohnya ada pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan serta yang lain. Walau di beberapa daerah lain pempek gampang diketemukan, tetapi coba pempek langsung bikinan orang asli Palembang pasti lebih nikmat.

2. Tekwan



Tekwan dibikin hampir serupa dengan bahan yang dipakai untuk bikin pempek serta tekwan. Bedanya bentuk tekwan dibikin bundar kecil-kecil mirip bakso ikan. 

Tekwan diberikan dengan kuah kaldu udang yang ditambah lagi taburan seledri, bawang goreng, taburan daun bawang, bihun, potongan bengkoang, atau jamur kuping.

3. Laksan



Kulinier ciri khas palembang satu ini seperti dengan pempek lenjer yang telah diiiris setebal 1 cm. Tetapi perbedaannya, Laksan diberikan bukan dengan cuko tetapi memakai kuah santan.

4. Pindang Patin



Pindang adalah makanan ciri khas palembang yang populer tidak hanya pempek. Rasa-rasanya yang nikmat dan pedas, membuat yang mencicipinya tentu suka. 

Bahan penting makanan ini ialah ikan patin yang dibuat dengan bumbu seperti cabe merah, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, nanas serta bumbu yang lain. Pindang enak dikonsumsi dengan nasi dan penambahan sambal tempoyak atau sambal mangga.

5. Mie Celor



Mie Celor ialah mie yang diberikan dengan kuah santan kental serta digabung dengan kaldu udang serta sayuran sayuran seperti toge. 

Mie ciri khas Palembang satu ini mempunyai bentuk yang tebal seperti udon. Berlainan seperti mie biasa, Mie Celor ini mempunyai kuah yang kental serta benar-benar gurih.

6. Martabak Har



Sekilah seperti dengan martabak telor biasa, tetapi perbedaannya Martabak Har cuma memakai terlur saja yang dibalut dengan kulit martabak. Kuah martabak har ialah kuah kari yang punyai rasa rempah kuat, dan digabung kentang serta daging.

Asal-usul diberi nama Martabak HAR ini sebetulnya adalah menu masakan dari rumah makan HAR. RM HAR sendiri diambil dari singkatan nama pemiliknya yakni Haji Abdul Rojak. 

Seantero Palembang tentu tahu dengan resto ini, sebab tempatnya yang benar-benar strategis terdapat di jalan protokol Sudirman.

7. Tempoyak



Tempoyak dibikin dengan kombinasi daging durian yang ditumis dengan isian cabai serta bawang. Tempoyak teksturnya seperti sambal serta disantap jadi pelengkap makanan. 

Tempoyak disenangi oleh warga Palembang jadi kombinasi untuk nikmati pindang ikan patin atau makanan yang lain. Tempoyak mempunyai rasa-rasanya gurih serta unik.

8. Lenggang



Masakan ciri khas Pelembang ini dibikin dari olahan ikan yang digabung dengan telur yang dikocok. Olahan ini selanjutnya ditempatkan di atas daun pisang serta dibuat dengan dipanggang. Lenggang mempunyai rasa yang lezat serta gurih, dengan ditambah aroma ciri khas dari daun pisang yang dipanggang.

9. Kue Maksuba



Kue Maksuba adalah kue ciri khas Palembang yang memiliki bahan fundamen penting telur bebek serta susu kental manis. 

Dalam membuatnya telur yang diperlukan bisa sampai seputar 28 butir. Adonan selanjutnya diproses seperti adonan kue lapis. Rasa-rasanya enak, manis serta legit. selintas seperti dengan dengan kue lapis, tetapi kue maksuba mempunyai struktur serta rasa yang berlainan. 

Kue ini seringkali diberikan saat waktu hari raya atau acara penghormatan.

Makanan ini diberi nama kue delapan jam sebab proses membuatnya memerlukan waktu 8 jam. Kue ini mempunyai formasi yang hampir serupa dengan Maksuba, yang memperbedakan kue delapan jam ini ialah proses membuatnya. 

Kue delapan jam dibikin dengan dikukus sepanjang 8 jam. Bukan dipanggang seperti maksuba. Kue ini biasa diberikan saat hari raya di Palembang.